Friday, July 22, 2016

1000 years


A thousand years
Is a long long time
Even for a star up in the sky
I could count the tears
And the long long nights
But I'd rather just remember how you smile

In a thousand years
I know that our love will still be here
So close your eyes, my dear
Knowing that our love is going to last one thousand years

The time flies by
In a blinking eye
No matter how we try to make it last
But if souls are strong
They'll go on and on
And we will hardly know the time has passed

In a thousand years
I know that our love will still be here
So close your eyes, my dear
Knowing that our love is going to last one thousand years

We'll disappear
If we can keep each other here
Inside our hearts
We will never be apart so don't you fear

Dry your tears
In a thousand years
I know that our love will still be here
In a thousand years
Ohh
So close your eyes, my dear
Knowing that our love is going to last one thousand years


Semoga Allah sentiasa pelihara kita dalam cinta-Nya, agar cinta antara kita ikhlas hanya kerana-Nya selamanya.


Wednesday, July 20, 2016

Doa dan Dhuha


Kita selalu berdoa pada Allah,
Untuk jadikan kita orang yang lebih baik.
Lalu Allah datangkan sesuatu taqdir yang berbeza dari harapan kita.
Tidak lain untuk menjadikan kita orang yang lebih terbuka menerima taqdir-Nya.
Lebih kuat menghadapi ujian-Nya.
Lebih bersedia menghadapi kemungkinan yang datang.
Menjadikan kita lebih baik dari sebelumnya.
Maka tidak salah lagi.
Apa yang ada dalam aturan Allah ini adalah menjawab
kepada permintaan dan doa kita.
Takkan kita nak menolak jalan Allah mengubah kita jadi lebih baik?

Kadangkala rasa kebahagiaan yang consistent tanpa cabaran
- itulah ujian sebenarnya.
Apakah kita rasa complacent dan berada di zone selesa?
Semua dah sempurna, semua dah cukup, tak perlu risau apa-apa.
Tapi itulah ujiannya.
Afalaa takuuna 'abdan syakura
(apakah kamu menjadi hamba yang bersyukur).
Bila Allah jentik dengan ujian begini, terujilah iman kita.
Betulkah kukuh sepertimana yang kita rasa?
Benarkah sandaran kita itu kerana Allah?
Solidkah iman kita kepada qadha' dan qadar Allah?

Kita selalu meminta dalam doa dan dhuha.
Agar Allah berikan rezeki dari sumber yang tidak disangka-sangka, kan.
Lalu apabila sesuatu yang tidak disangka-sangka hadir?
Seharusnya kita terima dengan hati terbuka.
Dan memuji kebijaksanaan Allah.

Teruskan melihat dari cermin mata bahagia.
Pasti yang kelihatan adalah cahaya kebahagiaan.

as-Syaffaa'



Sunday, July 3, 2016

Sepi



Kadangkala sepi itu indah
Bisa melerai segenap yang gundah
Tentuan Ilahi tak pernah salah
Cuma manusia yang pantas menyerah

Kadangkala sepi itu syahdu
Membangkitkan seikhlas rasa rindu
Kapan lagi saatnya kan bertemu
Serahkan taqdirnya di batas waktu

Seringkali sepi itu sendiri
Monolog hamba dengan diri
Mengadu kasih di kesekian kali
Yang Mendengar setia di sisi 

Biarkan sepi itu berlabuh
Pada sinar perindu Subuh
Kerna hati tak pernah ampuh
Sedalam luka pun pasti sembuh 

As-Syaffaa'
28 Ramadhan 1437H


Taqwa


28 Ramadhan
Taqwa orang mukmin itu ada 3 perkara
Bagus tawakkalnya pada apa yang tidak dicapainya
Bagus redhanya pada apa yang diterimanya
Dan bagus sabarnya pada apa yang hilang daripadanya

Monday, June 27, 2016

23 Ramadhan

Ikhlas. 

Ikhlas itu rahsia Allah di dalam hati manusia. Tiada yang membalas keikhlasan selain Allah. Penilaian manusia tak lari dari kekhilafan, Maha Suci Allah yang mengetahui yang tersembunyi walau sebesar zarrah.

Ikhlas tidak hadir dalam sekelip mata. Ikhlas perlu dipupuk, ditanam, dipaksa dan dilatih berulang kali. Seperti melatih ikhlas dalam ibadah. Melatih ikhlas dalam memberi. Malah seperti iman, ikhlas juga akan selalu diuji dan teruji. Lalu yang mengganjari keikhlasan hanyalah Allah jua.

Semoga Allah terus mendidik hati untuk ikhlas keranaNya. Dan semoga Allah mendidik kita agar sentiasa berprasangka baik sesama kita. Tiada ikatan yang lebih bermakna melainkan ikatan yang diikat atas dasar kepercayaan, dan tiada hubungan yang lebih indah berbanding hubungan yang didasari dengan penerimaan tanpa syarat.

As-Syaffaa' 



Sunday, June 26, 2016

21 Ramadhan

21 Ramadhan

Ramadhan sudah memasuki fasa ketiga. Fasa 10 terakhir memburu laylatul qadr.

Alhamdulillah. Walhamdulillah. Summalhamdulillah.
Terlalu agung dan Rahim-Nya Allah mengizinkan diri yang dhaif ini berjodoh lagi dengan bulan yang mulia ini. Sedang perginya Ramadhan setahun yang lalu menyaksikan beberapa orang teman, saudara dan kenalan pergi menghadap Ilahi. Tiada lagi ruang bertadarus, tarawih, iktikaf mahupun sawm dan iftar. Tiada lagi peluang mengumpul bekalan dibawa ke sana. Apa yang dijana selama hayat ada, itulah yang menjadi penyelamat di dalam sana dan dinilai tika bertemu Yang Maha Mengadili.

Lalu apa pula yang aku ada untuk dibawa sebagai bekalan?
Allahu rabbi, masih terlalu banyak yang perlu dikutip selama masih bersisa nafas ini..

Sungguh Ramadhan kali ini membawa seribu makna yang tidak terungkap dek kata-kata.
Setiap detiknya begitu mengundang keinsafan.
Setiap harinya ada ketika-ketika yang menggetar perasaan.
Pada setiap malamnya ada pilu dan sayu menemani dasar hati.

Andai saja ini Ramadhan aku yang terakhir kali..



Friday, May 20, 2016

Satu cupcake, Tiga cupcakes


Tiada suatu apa pun yang ada atas dunia ini milik kita. Kita lahir dengan tidak punya apa-apa. Allah yang beri segala nikmat dunia, harta, ilmu, anggota badan, mahupun suami, isteri, anak dan saudara kenalan. Lalu tatkala Allah mahu mengambil semula nikmat-nikmat tersebut, atau menguji kita melaluinya, apakah kita betah mempersoalkan Allah? Sungguh jauhkanlah kami dari menjadi hamba-hamba yang tidak bersyukur. Saat kembalinya kita pada Allah, tak ada satu pun yang kita akan bawa melainkan amal semata.

Allah mengurniakan kita rasa menyayangi dan mengasihi, namun Allah jualah yang terlalu agung kasih-Nya. Allah yang meminjamkan kita apa yang kita ada, dan Allah jualah yang memiliki segalanya. Siapalah kita untuk menetapkan syarat kepada sayang dan kasih yang kita berikan sesama makhluk.. Kita menyayangi bukan untuk dibalas, kita memberi bukan untuk mendapatkan imbalan. Balasan dan imbalan itu selayaknya hanya Allah yang beri.

Seperti ibu bapa yang sayangkan anaknya, ikhlasnya tiada syarat untuk anaknya membalas kembali. Memberi dengan tiada harap meminta. Dan Maha Suci Allah yang kasihnya pada kita melebihi kasih seorang ibu terhadap anaknya.

Kita manusia... Aduhai.. Kita manusia yang lemah. Sangat lemah. Sangat sukar untuk kita memberi tanpa niat mendapatkan balasan. Sedangkan buat kerja pejabat saja sudah mengharapkan balasan gaji yang setimpal dengan tugas. Lemah kan, kita..

Allah tahu kelemahan kita. Lalu Allah janjikan dengan balasan. Allah tahu kita mahu balasan. Allah kata bersyukurlah.. Aku akan bagi balasan dengan bertambahnya nikmat. Wah sangat sweet dan soothing sekali. Seperti seorang ibu berkata pada anaknya, ibu beri cupcake, kalau anak ucapkan terima kasih nanti ibu bagi lagi 3 cupcakes. Sungguh beruntung anak itu. Dan sungguh, kitalah hamba yang mendengar janji-janji Allah itu. Dan Allah tak akan pernah mungkir janji. Allah pasti tambah jika kita bersyukur.

Maka saat kita rasa apa yang kita berikan tidak mendapat balasan yang setimpal (teguran kepada diri sendiri yang selaluu je lupa diri hehe), teruslah ingat untuk bersyukur.. apa yang kita beri itu pun datang dari Allah juga. Syukur dan syukur.. oh tenangnya hati! Sayang ALlah ketat-ketat. Sayang Allah sampai bila-bila. mmuuaahh!

.:As-Syaffaa':.